Cara Pembesaran Ikan Lele di Kolam Semen

Dalam pembesaran ikan lele di kolam semen akan lebih bagus jika kolam tersebut didesain supaya ikan lele yang terdapat didalamnya aman dalam kondisi apapun misalnya saat musim hujan dating ikan tidak hanyut.

Kita dapat mendesain kolam semen dengan cara meninggikan dinding kolam 25cm diatas permukaan tanah, beri pipa pada salah satu dinding sebagai lubang pelimpasan air agar saat hujan lebat dating air tidak luber, pasanglah pecahan genteng atau batu yang disusun sebagai tempat persembunyian lele, dan tutuplah kolam dengan bambo yang dianyam agar lele tidak dapat melompat keluar. Jika kolam tersebut masih baru maka harus dinetralkan terlebih dahulu dengan cara merendam serabut kelapa secukupnya kedalam kolam selama 2-3 hari.

Setelah itu bibit ikan lele di sebar kekolam semen tersebut sebaimana budidaya ikan lele pada umumnya, untuk mendapatkan ikan lele yang layak konsumsi dibutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan dengan berat 200-300 gram maka ada hal yang harus diperhatikan diantaranya: makanan yang diberikan pada lele, kondisi air pada kolam, serta jauhkan lele yang ada pada kolam dari gangguan hama dan penyakit, yang akan dibahas sebagai berikut:

1. Pemberian pakan pada ikan lele
Makanan yang baik untuk ikan lele adalah yang utama adalah pakan banyak mengandung protein, selain itu pakan juga harus mengandung karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Sedang untuk pakan tambahan dapat berupa keong atau ayam tiren. Untuk ikan yang masih kecil harus lebih sering diberi makan. Sedang untuk ikan yang sudah besar dapat diberi makan dengan frekwunsi 2-3 kali sehari. Untuk pemberian makanan diusahakan agar tidak telat atau kurang karena lele bersifat kanibal sehingga lele yang besar bias memakan lele yang kecil.

2. Pengelolaan air
Pengelolaan air dapat yang baik dapat diketahui dari ada tidaknyanya bau busuk pada air kolam. Jika ada bau busuk berarti adanya timbunan ammonia atau hidrogensulfida dari bekas pakan yang tidak habis di dasar kolam. Jika bau tersebut muncul buang sepertiga air yang paling bawah dari kolam dan isi dengan yang baru. Jika pemberian pakan dilakukan dengn sering maka penggantian air juga harus sering dilakukan.

3. Pengendalian Hama Dan Penyakit
Hama yang dapat menghantui pembesaran ikan lele antara lain: ular, musang air dan burung. hama tersebut dapat dicegah dengan kita memasang anyaman bamboo pada bibir kolam. Sedangkan penyakit pada ikan lele tersebut dapat berasal dari bakteri, virus maupun protozoa yang dapat mengakibatkan lele mengalami bintik putih, kembung dan luka baik pada kepala maupun ekor. Untuk mencegah penyakit tersebut dapat dilakukan dengan lebih memperhatikan pengelolaan air pada kolam.

Demikian beberapa cara pembesaran ikan lele yang dapat kita praktekan agar lele yang dihasilkan berkualitas, sehat dan menghasilkan panenan ikan lele yang melimpah. Kalau manusia saja dapat tumbuh menjadi besar karena makan yang bergizi, menempati rumah yang bersih, dan menjaga kesehatan tubuh begitu juga hewan seperti lele ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *