Hukum Sunat Bagi Wanita Menurut Para Ulama

Saat ini banyak masyarakat yang memiliki pertanyaan mengenai bagaimana hukum sunat bagi wanita? Serta bagiamana hukumnya pula kalau wanita tidak melakukan sunat? Mengenai jawaban terkait hukum sunat bagi wanita, memang itu masih menjadi perdebatan. Namun untuk menjawab pertanyaan tersebut sudah terdapat banyak hadist yang membahas mengenai sunat pada wanita. Seperti pendapat yang disampaikan oleh Imam Al Mawardi. Nah untuk melaksanakan sunat untuk wanita, klinik sunat Makassar telah hadir untuk menjadi solusi.

Beliau mengatakan bahwa sunat pada wanita dilakukan dengan memotong bagian pangkal yang berbentuk seperti biji berupa kulit yang menutupi bagian klitoris sedangkan untuk bagian klitorisnya tetap dibiarkan tanpa ikut dihilangkan. Namun untuk dgaris bawahi bahwa sunat pada wanita sesuai ajaran agama Islam hukumannya adalah sunnah bukan sebuah kewajiban.

Hal tersebut mengacu pada sebuah Hadist Rasullullah SAW : “ Perkara fitrah ada lima (yaitu) bersunat, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak (HR Bukhori dan Muslim). Liam hal tersebut hukumnya sunnah dengan maskud sebagai upaya dalam menjaga kebersihan serta kesehatan tubuh sebab Islam sendiri merupakan agama yang mencintai akan kebersihan.

Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sebuah fatwa bahwa hukum sunat bagi wanita adalah makrumah atau bentuk pemuliaan. Sehingga mengenai hukum yang melarang sunat bagi wanita dianggap sebagai salah satu bentuk pelanggaran karena telah bertentangan dengan ketentuan dalam syariat Islam. Namun untuk melakukan sunat tersebut juga harus memenuhi syarat yang telah dianjurkan. Demikian ulasan mengenai hukum sunat bagi wanita yang perlu anda ketahui, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *